Kajian Ramadhan 2026. Coach Karyanto: Rahasia Pensiun Mulia dalam Cahaya Iman
Tanggal Posting : Selasa, 24 Februari 2026 | 07:26
Liputan : Redaksi Coach Karyanto - Dibaca : 221 Kali
Kajian Ramadhan 2026. Coach Karyanto: Rahasia Pensiun Mulia dalam Cahaya Iman
5 Pilar HAMAH Pensiun Mulia sebagai framework mengisi masa pensiun mulia, agar berkah dan memiliki value akhirat sentris.

Coach Karyanto- Pionir Program Training, Coaching & Personal Branding Pensiun Mulia menjadi Narasumber Kajian Subuh Ramadhan 1447 H di Masjid Raya Nurul Huda, Vila Pertiwi, Depok, Jawa Barat, pada 6 Ramadhan 1447 H (24 Februari 2026).

Membawakan tema berjudul: "RAHASIA PENSIUN MULIA DALAM CAHAYA IMAN. 5 Pilar HAMAH Pensiun Mulia."

Menurut Coach Karyanto bahwa ramadhan adalah bulan terbaik untuk muhasabah diri. Terlebih bagi mereka yang telah memasuki atau akan memasuki masa pensiun.

"Pensiun bukan akhir perjalanan hidup. Justru pensiun adalah fase emas untuk memanen amal, memperdalam ibadah, dan memperbanyak manfaat," ungkapnya.

Mengutip data Otoritas Jasa Keuangan Indonesia (Maret 2025): Hanya 10-15% Pensiunan yang memiliki skema dana pensiun. Artinya 85-90% Pensiunan di Indonesia tidak memiliki skema dana pensiun. Sehingga saat pensiun, mereka tetap harus mencari penghasilan.

Atas kondisi dan situasi tersebut, lanjut Coach Karyanto, pihaknya sejak 6 bulan lalu (September 2025) menggagas Program Training, Coaching & Personal Branding Pensiun Mulia.

"Alhamdulillah sudah diikuti 1.075 peserta. Ada Profesor, Komisaris Utama BUMN, ASN Eselon 1, Bankir Senior, Peneliti Senior, Dosen, Tenaga Kesehatan, Pengusaha UMKM dan berbagai profesi lainnya dari berbagai wilayah di Indonesia," papar Coach Karyanto.

Pada kesempatan yang mulia ini, Coach Karyanto menyampaikan 5 Key-Point Strategi Pensiunan Mulia dalam perspektif Islam.

"Saya menyusunnya menjadi: HAMAH FRAMEWORK: 5 Pilar Pensiun Mulia," tegas Coach Karyanto- yang kemudian merinci akronim HAMAH Framework sebagai berikut:

H: Habluminallah - Memperkuat hubungan dengan Allah
A: Amal Jariyah - Mewariskan pahala abadi
M: Muhasabah - Menyucikan hati menuju husnul khatimah
A: Anfa’uhum Linnas - Menjadi sumber manfaat
H: Habluminannas- Memperkuat kesalehan sosial

Berikut ini, paparan lengkap Coach Karyanto tentang "RAHASIA PENSIUN MULIA DALAM CAHAYA IMAN. 5 Pilar HAMAH Pensiun Mulia":

Pilar 1: Habluminallah - Memperkuat hubungan dengan Allah.

Meneguhkan Tauhid sebagai Poros Kehidupan. Pensiun bukan akhir produktivitas, tetapi momentum memurnikan orientasi hidup hanya kepada Allah.

Allah menegaskan dalam Al-Qur’an, Surah Adz-Dzariyat, ayat 56, tujuan utama manusia adalah beribadah: "Wa mâ khalaqtul-jinna wal-insa illâ liya‘budûn." Artinya: "Tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku."

Menurut Imam Al-Ghazali, kebahagiaan sejati terletak pada ma’rifatullah (mengenal Allah). Ma’rifatullah merupakan sumber dan puncak kelezatan beribadah yang dilakukan oleh seorang manusia di dunia ini.

Penelitian di Harvard University menunjukkan bahwa individu dengan kehidupan spiritual yang kuat memiliki tingkat stres lebih rendah dan umur lebih panjang.

Aplikasi Nyata Pensiunan:
• Mendirikan shalat sesuai syariat
• Memperbanyak dzikir, tilawah, tahajud, dan amalan ibadah lainnya
• Mengganti orientasi "dunia-sentris" menjadi "ibadah-sentris"

Kalimat Inspiratif: "Saat jabatan berhenti, hubungan dengan Allah justru harus mencapai puncaknya."

Pilar 2: Amal Jariyah - Mewariskan pahala abadi.

Mengabadikan Diri melalui Amal Jariyah.Pensiunan visioner tidak hanya memikirkan berapa lama hidup, tetapi berapa lama pahala terus mengalir setelah wafat.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
"Idzaa maatal insaanu, Inqatha’a ’amaluhu, Illaa min tsalaatsatin, Min shadaqatin jaariyatin, Wa ’ilmin yuntafa’u bihi, Wa waladin shaalihin yad’uu lahu."

Artinya: "Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh" (HR. Muslim No.1631)

Studi tentang "purpose in life" menunjukkan orang yang memiliki misi kontribusi hidup memiliki kesehatan mental lebih baik dan risiko depresi lebih rendah di masa tua.

Aplikasi Nyata Pensiunan:
• Menulis buku atau berbagi ilmu
• Mengajar, membimbing, atau melatih
• Wakaf, sedekah produktif, membangun komunitas

Kalimat Inspiratif: "Pensiun adalah kesempatan membangun pahala yang tetap bekerja, bahkan saat kita telah tiada."

Pilar 3: Muhasabah-Menjaga hati dan arah menuju husnul khatimah.

Menjadikan Muhasabah sebagai Kompas untuk Keabadian. Muhasabah adalah petunjuk arah agar sisa hidup menjadi lebih berharga daripada seluruh masa lalu.

Allah berfirman dalam Al-Quran (QS. Al-Hashr: 18): "Yā ayyuhalladżīna āmanu, Ttaqullāha waltandẓur nafsum mā qaddamat lighad, Wattaqullāh, Innallāha khabīrum bimā ta’malụun."

Artinya: Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

Aplikasi Nyata Pensiunan:
• Evaluasi amal harian
• Memperbaiki niat hidup
• Fokus pada amal jariyah, sebelum kematian

Kalimat Inspiratif: "Muhasabah mengubah sisa usia menjadi investasi keabadian."
Pensiun bukanlah akhir kontribusi, tetapi awal perjalanan menuju legasi yang menyelamatkan kita di dunia dan akhirat.

Pilar 4: Anfa’uhum Linnas - Menjadi sumber manfaat.

Menjadi Sumber Manfaat dan Cahaya bagi Sesama. Pensiunan mulia bukan yang berhenti berkarya, tetapi yang terus memberi manfaat.

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Rasulullah SAW bersabda: "Khairunnas anfa’uhum linnas." Artinya: "Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya

Ini adalah puncak personal branding dalam Islam: dikenal di bumi, dicintai di langit.

Aplikasi Nyata Pensiunan:
• Menjadi relawan sosial-berkidmat mengurus masjid
• Berbagi pengalaman profesional
• Membantu umat melalui ilmu dan kontribusi

Kalimat Inspiratif: "Pensiun terbaik adalah saat kehadiran kita dirindukan karena manfaatnya."

Pilar 5: Habluminannas - Memperkuat kesalehan sosial.

Memuliakan Relasi sebagai Jalan Keberkahan. Kesuksesan sejati di masa pensiun diukur dari kualitas hubungan, bukan jumlah kekayaan.

Hadits Riwayat al-Bukhari & Muslim: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: "Man ahabba ayyubsatho lahu, fi rizqihi wayunsya’a lahu, fi atsarihi, falyashil rohimah."

Artinya: "Barang siapa yang ingin diluaskan rezekinya dan dipanjangkan umurnya maka hendaklah ia bersilaturahmi."

Harvard Study of Adult Development: kualitas hubungan adalah faktor nomor satu kebahagiaan dan umur panjang.

Aplikasi Nyata Pensiunan:
• Mempererat hubungan keluarga
• Aktif dalam komunitas
• Menjadi trainer/mentor generasi muda

Kalimat Inspiratif: "Di masa pensiun, relasi adalah aset yang lebih berharga dari jabatan."

"Semoga bermanfaat. Semoga Allah memuliakan masa pensiun kita...dan menjadikannya... jalan menuju surga-Nya Allah SWT...aamiin," Coach Karyanto menutup kajiannya.


Kolom Komentar
Berita Terkait

Copyright 2024. All Right Reserved. @coachkaryanto

Coach Karyanto Pionir Program Pensiun Mulia.  Link IG coachkaryanto: